Kura-Kura Dalam Perahu

Kura-kura dalam perahu adalah peribahasa arti lengkapnya kurang lebih sebagai berikut:

Kura-kura dalam perahu
artinya:
Mengetahui sesuatu tetapi pura-pura tidak tahu.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Kura-Kura Dalam Perahu

Lidah Tak Bertulang

Lidah tak bertulang adalah peribahasa arti lengkapnya kurang lebih sebagai berikut:

Lidah tak bertulang
artinya:
Orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Lidah Tak Bertulang

Bagai Kerbau Dicocok Hidungnya

Bagai kerbau dicocok hidungnya adalah peribahasa arti lengkapnya kurang lebih adalah sebagai berikut:

Bagai kerbau dicocok hidungnya
artinya:
Orang yang selalu menuruti perintah orang lain.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Bagai Kerbau Dicocok Hidungnya

Bagai Bulan Disaput Awan

Bagai bulan disaput awan adalah peribahasa yang berkaitan dengan ekspresi wajah saat bersedih . Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Bagai bulan disaput awan
artinya:
Orang yang sedang bersedih, raut wajahnya nampak kusut.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Bagai Bulan Disaput Awan

Kuah Tertunggang Nasi

Kuah tertunggang nasi adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan perkawinan antar saudara. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Kuah tertunggang nasi
artinya:
Orang yang dikawinkan dengan saudaranya sendiri

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Kuah Tertunggang Nasi

Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan tekad bulat untuk mencapai tujuan. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Anjing menggonggong, kafilah berlalu
artinya:
Meskipun ada halangan/rintangan yang menghadang, rencana tetap jalan terus.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba

Air susu dibalas dengan air tuba adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Air susu dibalas dengan air tuba
artinya:
Perbuatan baik yang dibalas dengan perbuatan jahat.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba

Serigala Berbulu Domba

Serigala berbulu domba adalah peribahasa yang sering digunakan seseorang dalam keseharian. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Serigala berbulu domba
artinya:
Orang yang berpura-pura berbuat baik untuk menutupi maksud jahatnya.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Serigala Berbulu Domba

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang adalah peribahasa yang sering kita dengar dalam keseharian kita. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
artinya:
Kebaikan seseorang akan selalu dikenang

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang

Berdarah Biru

Berdarah Biru adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan status sosial atau keturunan. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Berdarah Biru
artinya:
Keturunan bangsawan

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Berdarah Biru

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan pemimpin yang harus bisa memberi teladan. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
artinya:
Seorang pemimpin harus memberi contoh yang baik terhadap bawahannya.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Musuh Dalam Selimut

Musuh dalam selimut adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan musuh yang sulit diketahui. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Musuh dalam selimut
artinya:
Lawan yang sulit untuk diketahui karena tidak bisa dibedakan dengan kawan sendiri. 
Arti yang lainnya: 
Seseorang yang dekat dengan kita yang mau berbuat celaka pada kita.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Musuh Dalam Selimut

Nafsu-nafsi Raja Dimata, Sultan Dihati

Nafsu-nafsi raja dimata, sultan dihati adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan watak seseorang. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Nafsu-nafsi raja dimata, sultan dihati
artinya:
Orang yang keras kepala selalu berbuat sesuai dengan keinginannya sendiri.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Nafsu-nafsi Raja Dimata, Sultan Dihati

Menjilat Ludah

Menjilat ludah adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan nasehat yang sia-sia. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Menjilat ludah
artinya:
Menasehati orang yang keras kepala hanya sia-sia saja.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Menjilat Ludah

Jauh di Mata, Dekat di Hati

Jauh di mata, dekat di hati adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan perasaan. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Jauh di mata, dekat di hati
artinya:
Walaupun tempatnya saling berjauhan, tetapi akan selalu teringat.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Jauh di Mata, Dekat di Hati

Obat Jauh Penyakit Hampir

Obat jauh penyakit hampir adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Obat jauh penyakit hampir
artinya:
Orang yang sedang menderita susah, sedangkan pertolongan masih sangat jauh.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Obat Jauh Penyakit Hampir

Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan pekerjaan atau kerja sama. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
artinya:
Suatu pekerjaan akan lebih baik bila dilakukan secara bergotong royong. Atau bisa juga dimakanai pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan jika dikerjakan bersama-sama (kerja sama).


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan adaptasi ditempat yang baru. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung
artinya:
Agar bisa menyesuaikan diri ditempat yang baru.

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat. :)
Arti Peribahasa - Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung

Ikan di Laut, Asam di Gunung, Bertemu Dalam Belanga

Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan jodoh. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga
artinya:
Jika telah ditakdirkan menjadi jodohnya, walaupun berjauhan tempatnya, namun akhirnya bertemu juga.


Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Ikan di Laut, Asam di Gunung, Bertemu Dalam Belanga

Pucuk Dicinta, Ulam Pun Tiba

Pucuk dicinta, ulam pun tiba adalah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan sebuah harapan yang terwujud. Sedangkan arti lengkap peribahasa tersebut adalah sebagai berikut:

Pucuk dicinta, ulam pun tiba
artinya:
Harapan yang telah menjadi kenyataan

Demikian arti peribahasa tersebut, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Pucuk Dicinta, Ulam Pun Tiba