Nasi Masak Periuk Pecah

Sudah tidak menjadi barang langka lagi saat membaca berita di koran, mendengar berita di radio, melihat berita di televisi, atau bahkan menyaksikan secara langsung kabar mengenai banyaknya peristiwa tentang perselisihan antara individu dengan individu maupun kelompok dengan individu, dan sebagainya.

Banyak perselisihan yang timbul dikarenakan adanya permasalahan-permasalahan lama yang sejatinya sudah terselesaikan sebelumnya. Kita bisa melihat perselisihan karena batas tanah, kepemilikan lahan, dan permasalahan sejenis yang pokok permasalahannya dikarenakan adanya faktor kesengajaan maupun karena ketidaktahuan.
Nasi Masak Periuk Pecah
Ambil contoh sebuah kasus bagi waris dari orang tua kepada anak-anaknya. Saat orang tua masih hidup sudah disepakati tentang pembagian hak waris kepada anak-anaknya, dan sudah disepakati bersama. Namun, ketika orang tua sudah meninggal dunia, hasil kesepakatan tersebut diungkit-ungkit kembali oleh ahli waris dengan alasan-alasan tertentu, biasanya karena ada yang merasa pembagian waris tidak adil.

Tak baik memang mengungkit sebuah perkara yang sejatinya sudah diputuskan. Ada sebuah peribahasa yang dapat menggambarkan mengenai contoh kasus diatas, peribahasa tersebut berbunyi: Nasi masak periuk pecah. Arti dari peribahasa tersebut kurang lebih sebagai berikut:

Nasi masak periuk pecah 
artinya: 
Perkara yang diputuskan tak baik bila diungkit-ungkit kembali.

Apa yang saya sampaikan diatas adalah sebuah contoh kasus. Masih banyak contoh lain dalam kehidupan sehari-hari. Apapun alasannya, segala sesuatu yang sudah menjadi keputusan dan disepakati bersama sebaiknya tak lagi diungkit-ungkit, karena dengan mengungkit kembali perkara yang sudah diputuskan bisa menimbulkan permasalahan baru. 

Belajar dari makna peribahasa tersebut, tentu banyak makna dan pelajaran yang dapat kita petik. Semoga kita bisa menjadi bijak dalam menyikapi segala sesuatu dalam hidup ini, mampu menimbang baik buruk, bila ingin memutuskan segala sesuatu hendaknya dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya agar kedepan tidak ada permasalahan yang dapat timbul dari apa yang kita putuskan.
Arti Peribahasa - Nasi Masak Periuk Pecah

Geruh Tak Mencium Bau

Hidup adalah sebuah misteri, demikian banyak orang menyimpulkan. Hal ini salah satunya didasarkan dari banyaknya peristiwa dalam hidup yang terjadi dengan tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya. Banyak kisah sehari-hari yang disadari atau tidak merupakan peristiwa yang terjadi dengan seketika tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Hidup adalah misteri / www.dakwatuna.com
Sebuah contoh adalah ketika kita mendengar orang yang baru saja berbincang atau ketemu dengan kita mengalami sebuh kecelakaan. Padahal tak ada tanda-tanda sebelumnya, tentu saja kita merasa terkejut, apalagi baru saja kita bertemu dan berbincang-bincang dengannya.

Ada sebuah peribahasa yang maknanya kurang lebih sama dengan gambaran diatas, bunyi peribahasa tersebut adalah Geruh tak mencium bau, peribahasa tersebut artinya kurang lebih sebagai berikut:

Geruh tak mencium bau
artinya: 
Celaka akan datang setiap saat, tanpa tanda-tanda.

Saya juga mengalami kisah tentang hal ini. Salah satunya ketika saya mendengar teman saya meninggal, padahal baru saja dia berboncengan dengan saya. Ceritanya pada saat itu saya dan teman-teman membantu perbaikan sebuah rumah, kebetulan saat itu hujan, tentu saja kondisi kami basah. Singkat cerita, kami pulang boncengan bertiga, kebetulan saya yang berada didepan. 

Saya antarkan teman saya tersebut, kebetulan rumahnya paling dekat. Saya turunkan dia didepan rumah, kemudian saya antarkan teman saya yang kedua, kebetulan rumahnya juga tidak terlalu jauh. Betapa terkejutnya saya ketika baru sampai dirumah, belum sempat saya masuk rumah, terdengar suara jeritan yang sumbernya dari rumah teman yang saya antarkan pertama tadi. Buru-buru saya lari menuju asal jeritan, dan ternyata teman saya tersebut tersengat arus listrik, dan akhirnya nyawanya tak tertolong, dia meninggal dunia.
 
Apa yang saya ceritakan tersebut hanyalah sebuah contoh. Intinya bahwa dalam hidup segala sesuatu datang tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Oleh karenanya kita perlu berhati-hati, mempersiapkan diri baik-baik untuk menjalani kehidupan.
Arti Peribahasa - Geruh Tak Mencium Bau

Jerat Semata Bunda Kandung

Menjadi pasangan suami istri tentu yang diharapkan adalah memiliki anak yang dapat dijadikan penerus keturunan. Tak mengherankan bila pasangan yang lama berumah tangga akan menjadi resah saat belum mempunyai keturunan, berbagai upaya dilakukan agar segera mempunyai momongan.
Jerat Semata Bunda Kandung, Kasih Sayang Pada Anak Tunggal
Anak Tunggal / Img: pesona.co.id
Banyak dijumpai rumah tangga yang hanya memiliki seorang anak saja, biasanya untuk hal kasih sayang orang tua kepada anak akan tercuruh sepenuhnya kepada anak tersebut. Ada peribahasa yang berbunyi Jerat semata bunda kandung yang artinya kurang lebih demikian:

Jerat semata bunda kandung
artinya: 
Anak tunggal, biasanya kasih sayang orang tua hanya tertumpah kepadanya.

Tidak salah dan sah-sah saja ketika orang tua mencurahkan kasih sayang kepada anak tunggal, barangkali itu adalah sebuah kewajiban sebagai orang tua. Bukan hanya orang tua yang memiliki anak tunggal saja, mereka yang memiliki anak lebih dari satu juga harus mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak mereka.

Ada yang perlu diingat sebagai orang tua yang memiliki anak tunggal, dalam mencurahkan kasih sayang hendaknya tidak perlu terlalu berlebihan, karena hal ini juga tidak baik bagi perkembangan si anak. Yang wajar saja, karena dari beberapa kasus yang terjadi, banyak hal negatif yang terjadi akibat curahan kasih sayang yang berlebih dari orang tua kepada anaknya.

Sebagai orang tua tentu ingin anaknya menjadi anak yang baik, oleh karenanya perlu bijaksana dalam mendidik dan mencurahkan kasih sayang kepada anak. Mohon koreksi bila keliru, semoga bermanfaat.
Arti Peribahasa - Jerat Semata Bunda Kandung

Buah Manis Berulat Dalamnya

Hidup di jaman yang semakin berkembang dan sulit membaca karakter seseorang seperti sekarang ini, dibutuhkan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam hal-hal buruk yang dapat merugikan kita. Banyak kasus yang terjadi disekitar kita, orang-orang yang disangka baik namun ternyata punya maksud jahat.
Buah Manis Berulat Dalamnya
Mangga / img: www.kaskus.co.id
Ada peribahasa yang berbunyi Buah manis berulat dalamnya, yang arti lengkapnya kurang lebih demikian:

Buah manis berulat dalamnya
artinya: 
Perkataan seseorang yang kelihatan baik tetapi di hatinya tersimpan maksud yang jahat.

Sering kita dengar atau baca berita kasus penipuan yang dilakukan dengan berbagai modus, salah satunya dengan berpura-pura memberi pertolongan, berkata manis namun hal itu hanyalah sebagai kedok untuk mencari celah untuk menipu. 

Beberapa kali saya mendapat SMS dari nomor yang tidak dikenal, intinya mereka mengabarkan kalau nomor saya mendapatkan nomor undian berhadiah. Bukan itu saja, kadang tiba-tiba ada yang minta pulsa, ada yang kirim nomor rekening, dan ada lagi yang lainnya. Semua dengan bahasa yang manis, dan saya tidak tanggapi, karena saya sadar kalau mereka hanya ingin menipu.

Pernah juga saya mendapat telfon yang mengatasnamakan provider yang saya gunakan, katanya nomor saya medapatkan undian. Saya yang tidak percaya mencoba menolak dengan halus, namun si penelpon malah ngotot, yang awalnya berkata manis lama-lama keluar aslinya.

Dengan semakin banyaknya aksi penipuan dengan bermacam modus, tentu kita harus lebih berhati-hati. Bukan hanya orang yang belum kita kenal saja, orang yang kita kenal kadang juga melakukan hal yang serupa, berkata manis namun menyimpan maksud buruk terhadap kita.
Arti Peribahasa - Buah Manis Berulat Dalamnya

Sampan Ada Pengayuh Tidak (Mewujudkan Keinginan)

Orang hidup tentu saja memiliki banyak kebutuhan, oleh sebab itu banyak orang yang berusaha dengan keras untuk mencukupi kebutuhan mereka. Bekerja adalah satu cara untuk mendapatkan penghasilan sehingga kebutuhan mereka dapat tercukupi. Banyak keinginan yang dimiliki seseorang, namun tak semua keinginan tersebut dalam terwujud. Namun, dengan usaha keras sebisa mungkin untuk mewujudkan keinginan tersebut.
Keinginan manusia tentu saja banyak, ada yang mudah diraih, namun tak sedikit keinginan yang terlalu muluk sehingga sulit untuk mewujudkannya. Dalam sebuah peribahasa, ada yang berbunyi demikian:

Sampan ada pengayuh tidak
artinya: 
Keinginan yang tak sebanding dengan keadaan dirinya.

Berkaca dari peribahasa tersebut, tentu kita sebagai manusia harus realistis. Bukan berarti tidak boleh bermimpi untuk mendapatkan sesuatu, namun semua harus disesuaikan dengan kemampuan. Setiap orang tentu berbeda dalam menyikapi sebuah keinginan, ada yang hanya sekedar ingin, ada juga yang berusaha dengan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya.

Tentu saja kita harus berusaha mewujudkan keinginan kita, hal ini akan menjadi hal yang baik sebagai motivasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukan malah sebaliknya, tanpa berusaha kita bermimpi untuk mendapatkan sesuatu, meski tidak ada yang tidak mungkin, namun hal ini tentu saja akan menjadi hal yang mustahil.

Mari kita bermimpi, memiliki keinginan setinggi mungkin, namun tentu saja semua harus diimbangi dengan usaha. Dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha. Tapi, kalau kita hanya berkeinginan namun tidak berusaha untuk mewujudkannya, akan lebih baik kalau kita berhenti bermimpi.
Arti Peribahasa - Sampan Ada Pengayuh Tidak (Mewujudkan Keinginan)